April 24, 2017
Apa feeling itu penting?
Suatu waktu pengin menjadi sorotan dan dianggap penting, ternyata ada konsekuensi bahwa tanggung jawab serta perintah yang mengikutinya. Saat lain berperan menjadi anggota dan siap membantu dan mensukseskan program, tetapi kok jalannya ndak sesuai dengan tujuan yang disampaikan.
Kembali pada feeling dan rasa serta peran apa masih penting?
Kok kliatannya ndak perlu dan ndak penting lagi ya
Monggo....
Jakarta, 24 April 2017
April 03, 2016
Hanya titipan dan saluran
Saat ku berdoa pada Tuhan sore ini, betapa Gusti membukakan pikiran, rasa dan rosoku bahwa apa yang ada padaku semuanya adalah titipan dan harus disalurkan pada sesamaku, pada lingkunganku dan pada Tuhanku sesuai waktunya.
Tenaga pada saudara dan tempatku berkarya. Waktu untuk mendampingi anak2ku. Juga untuk membantuku mengajar pada sekolah. Materi untuk pemerintah, untuk asistenku, untuk pendidikan dan tempat berkarya baik keluarga maupun orang2 yang membutuhkan. Hati untuk orang2 yg kekasih, perhatian untuk sesama.
Kendaraan, rumah, dan lain materi tidak akan pernah menempel dan menjadi milikku.
Tenaga, waktu, perhatian serta kasih cinta tidaklah pantas menjadi klaimku atasnya.
Kenyamanan, kesenangan, security dan hak lainnya tidaklah pernah menjadi targetku sebenarnya.
Jadi apakah sebenarnya yang kutunggu? Siapakah yang kutunggu? Mengapa ku menunggu?
Tawa, sedih, takut, khawatir, bahagia adalah wujud rasa dan roso yang HANYA ingin ku menahan semua berkah apapun tadi untuk sejenak kunikmati dan bahkan kuingin menahannya lebih lama.
Mohon ampun Mu Gusti atas sikapku ini. Bantu aku menbali menjadi penyalur dan pembawa Mu. Amin
Jakarta 18.27 Gereja Santa