Showing posts with label melayang. Show all posts
Showing posts with label melayang. Show all posts

April 07, 2014

Malayang


Menjelang usia yang ke empat puluh tujuh tahun, membuatku sering berdiam diri dan merenung.  Pikiranku melayang-layang ndak karuan, kadang ingin terbang tinggi menembus awan, kali lain ingin menembus bumi dan menelusuri kegelapan…

Apakah ini suatu tanda atau suatu masa yang menentukan untuk masa yang lain. Bukankah keadaan seperti ini pernah kualami atau ini merupakan hal baru yang kulalui?

Beberapa hari menjelangku tidur malam untuk menyerahkan diri, jiwa dan pikiran pada Sang Khalik, kurebahkan tubuh, sambil kupejamkan mata, tetapi pikiranku ndak mau diam bersamaku. Melayang, melayang dan terus melayang…..

Gusti, apakah yang hendak kau sampaikan, hamba siap mendengarkan…..




Jakarta, 13:36; 7 April 2014

November 28, 2013

Melayang


Saat pikiran membebani, bertanya, mencoba mencari jawab, saat itu pula harap dan kekhawatiran terus mengemuka.

Lepas, ikhlas, rela dan bebaskanlah yang membuat jiwa ini terbang melayang semburat.

Makin inginku akan penjelasannya sebening harap ini, makin terseretlah aku dalam terang yang ternyata kubangan lumpur itu. 

Makin ku jauhi dan ku tolak tanya penjelasan ini, makin ku terang dan lepas.

Sssssstttttt

Diamlah

Senyapku menelungkup dalam ramainya pikiran.

Sunyi, lembut, wangi semerbak seperti segarnya buah citrun yang baru terkena mata pisau pertama kali

Telanjangku bebas, selepas riang dukaku.

Datar ndak tau apa namanya.

Mungkin ini nama bila jiwa dalam pelukan sang Gusti.



Jakarta 19:17, 25Nop2013

October 01, 2013

Melayang


Bagaikan kapan, tanpa bentuk, tanpa berat, tanpa warna, tanpa kendali. Begitu mendengar alunan yang menyentuh jiwa ini, maka penuhlah cangkirku. Terasa saat relung celuk, detil, sudut dan pojok ini begitu penuh, tapi sekaligus tanpa terasa sesak. Penuh yang sejuk. Penuh yang nyaman....

Aku ini kosong, nol...

Bentuk? ndak ?

Menempel? ndak?

Terikat? ndak?

Kalo aku kosong, ndak berwujud, ndak berwarna, ndak menempel, ndak terikat? kenapa takut? Ya ndak lah...

Lha wong takut itu terjadi karena kekakuan, ketajaman bentuk, keperbedaan bentuk. Jadi kalo ndak berbentuk, kosong, maka ndak tertusuk, ndak kena, lha wong ndak kelihatan, maka ndak mengganggu.

Seperti angin...terasa tapi ndak kelihatan, ndak berbentuk....


Jakarta, 16:05, 1Okt 2013