Wah jadi ndak punya apa2 dong?
Wah nanti tindakan saya diusut dong?
Lho, kalo begitu mengapa kita takut? Apa kita ndak punya pilihan? Apa kita tidak mau bertanggung jawab? Apa yang kita pertahankan itu sedemikian bernilai? Apakah kita akan kehilangan segalanya? Kehilangan nama baik? Kehilangan harga diri? Atau justru kehilangan nyawa kita?
Kembali ditanyakan: apakah kita punya pilihan? Apakah tidak ada yang dapat kita pertahankan?
Kalaupun kita rasakan, endapkan, dan jalankan, apakah sebegitunya kita ndak punya apa? Kapan? Sekarang? Nanti?
Lho kalo sudah ndak punya apa2, kok kita masih takut? Jadi kita mempertahankan apa?
Jadi kita takut apa sih?
Bukankah yang berharga dalam diri kita adalah diri, iman, kasih Tuhan?
Apa hal inipun mau diambil juga? Monggo......
Tanjung Redep 13:39, 30Jan2013